DNS Record

Sebelum kita membahas apa itu DNS Record sebaikya kita juga perlu tahu terlebih dahulu apa itu DNS. DNS atau singkatan dari Domain Name System ini merupakan sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar didalam jaringan komputer.

DNS Record atau catatan domain ini merupakan sebuah data yang menyajikan pemetaan dan pengalamatan sebuah nama domain pada internet. Ada beberapa macam DNS record yang perlu kita ketahui mulai dari jenis dan juga fungsinya. Macam-macam DNS record tersebut antara lain:

  1. A (Address) Record, digunakan untuk mengarahkan host ke alamat IP. DNS record jenis ini paling sering digunakan untuk memetakan hostname. Contohnya, kita akan mencoba memetakan domain jogjaweb.co.id ke alamat IP 180.254.80.194 maka kita tinggal memberikan catatan pada A Record dengan format co.id 14399 in A 180.254.80.194 yang mana 14399 ini merupakan TTL (Time To Live, dalam satuan detik). A record in digunakan untuk Ipv4.
  2. AAAA Record, merupakan catatan IPv6 yang berguna untuk memetakan sebuah hostname ke alamat IP 128 bit. AAAA record ini digunakan untuk IPv6.
  3. CNAME (Connonical Name) Record, catatan nama kanonik (nama host yang dilambangkan dengan benar dari server komputer atau jaringan, dalam bahas apemrogramannya berarti “menurut aturan”) yang digunakan untuk meng-alias-kan suatu nama domain. Yang mana CNAME ini dapat memungkinkan adanya sebuah server yang sama memiliki  2 nama host yang berbeda. Suatu bmisal untuk mengkonfigurasi sebuah akses pada server email dapat melalui email mail.jogjaweb.co.id dengan menggunakan konfigurasi

Mail       IN           CNAME               mxl.jogjaweb.co.id

  1. MX (Mail Exchanger) record atau Mail Exchanger record merupakan sebuah pemetakan nama domain yang dapat digunakan untuk menerima dan mengirim email. Digunakan untuk mengkonfigurasi server email. MX inio dapat melindungi proses lalu lintas data email baik yang dikirim maupun yang diterima. Data MX ini memiliki nilai prioritas dalam bilangan numeric, yang mana prioritas tertinggi ini justru berada pada angka terendah yang dipilih terlebih dulu. Jika awalnya anda memberi nilai 10 kemudian memberi nilai 20 pada konfigurasi MX tersebut maka pengaksesan yang pertama kali akan mengecek ketersediaan sumber daya pada MX yang diberi nilai 10.

Contohnya sebagai berikut:

IN            MX          10          mxl.jogjaweb.co.id

  1. PTR (Pointer) Record, kebalikan dari A Record, PTR ini digunakan untuk memetakkan alamat IP ke hostname. Sebuah nama host didalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP yang menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut.
  2. NS (Name Server) Record, digunakan untuk menginformasikan tentang authoritative name server pada pengelolaan suatu domain atau lebih mudahnya untuk mengetahui nama server yang digunakan oleh suatu domain. NS ini dibuat lebih dari satu yang mana satunya lagi digunakan sebagai cadangan bila saja terjadi kerusakan pada server yang pertama.

Contoh konfigurasinya:

IN            NS          dns.jogjaweb.co.id

  1. SOA (Start Of Authority) Record, merupakan catatan otoritas yang megacu pada server DNS yang menyediakan sebuah otorisasi informasi tentang suatu domain internet.

Konfigurasinya sebagai berikut:

@ SOA jogjaweb.co.id.root.jogjaweb.co.id

  1. SRV record, merupakan catatan lokasi secara umum
  2. TXT Record, memberikan ijin kepada administrator untu memasukkan data acak kedalam catatanm DNS, yang mana cacatn tersebut juga dapat adiguankan sebagai spesifikasi Sender Policy Framework.